|
Sekilas Tentang Algoritma Genetika dan Aplikasinya
pada Optimasi
Jaringan Pipa Air Bersih
Oleh:
Budi Sukmawan
1. Apakah Algoritma Genetika (Genetic Algorithm, GA)?
Algoritma Genetika pada dasarnya adalah program komputer yang mensimulasikan
proses evolusi. Dalam hal ini populasi dari kromosom dihasilkan secara random
dan memungkinkan untuk berkembang biak sesuai dengan hukum-hukum evolusi dengan
harapan akan menghasilkan individu kromosom yang prima. Kromosom ini pada
kenyataannya adalah kandidat penyelesaian dari masalah, sehingga bila kromosom
yang baik berkembang, solusi yang baik terhadap masalah diharapkan akan
dihasilkan.
Algoritma Genetika ini banyak dipakai pada aplikasi bisnis, teknik maupun
pada bidang keilmuan. Algoritma ini dapat dipakai untuk mendapatkan solusi yang
tepat untuk masalah optimal dari satu variabel atau multi variabel. Sebelum
algoritma ini dijalankan, masalah apa yang ingin dioptimalkan itu harus
dinyatakan dalam fungsi tujuan, yang dikenal dengan fungsi fitness. Jika
nilai fitness semakin besar, maka sistem yang dihasilkan semakin baik.
Walaupun pada awalnya semua nilai fitness kemungkinan sangat kecil
(karena algoritma ini menghasilkannya secara random), sebagian akan lebih tinggi
dari yang lain. Kromosom dengan nilai fitness yang tinggi ini akan
memberikan probabilitas yang tinggi untuk bereproduksi pada generasi
selanjutnya. Sehingga untuk setiap generasi pada proses evolusi, fungsi
fitness yang mensimulasikan seleksi alam, akan menekan populasi kearah
fitness yang meningkat.
Algoritma genetika sangat tepat digunakan untuk penyelesaian masalah optimasi
yang kompleks dan sukar diselesaikan dengan menggunakan metode yang
konvensional. Sebagaimana halnya proses evolusi di alam, suatu algoritma
genetika yang sederhana umumnya terdiri dari tiga operator yaitu: operator
reproduksi, operator crossover (persilangan) dan
operator mutasi. Struktur umum dari suatu algoritma genetika dapat
didefinisikan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Membangkitkan populasi awal, Populasi awal ini dibangkitkan secara random
sehingga didapatkan solusi awal. Populasi itu sendiri terdiri dari sejumlah
kromosom yang merepresentasikan solusi yang diinginkan.
- Membentuk generasi baru, Dalam membentuk digunakan tiga operator yang
telah disebut di atas yaitu operator reproduksi/seleksi, crossover dan mutasi.
Proses ini dilakukan berulang-ulang sehingga didapatkan jumlah kromosom yang
cukup untuk membentuk generasi baru dimana generasi baru ini merupakan
representasi dari solusi baru.
- Evaluasi solusi, Proses ini akan mengevaluasi setiap populasi dengan
menghitung nilai fitness setiap kromosom dan mengevaluasinya sampai
terpenuhi kriteria berhenti. Bila kriteria berhenti belum terpenuhi maka akan
dibentuk lagi generasi baru dengan mengulangi langkah 2. Beberapa kriteria
berhenti yang sering digunakan antara lain:
- Berhenti pada generasi tertentu.
- Berhenti setelah dalam beberapa generasi berturut-turut didapatkan nilai
fitness tertinggi tidak berubah.
- Berhenti bila dalam n generasi berikut tidak didapatkan nilai
fitness yang lebih tinggi.
Pada uraian berikut penulis mencoba membahas aplikasi algoritma genetika pada
bidang sistem distribusi air bersih, karena selama ini penulis bekerja
pada konsultan dalam bidang sistem air bersih, dan penulis menguasai sedikit
tentang masalah ini.
2. Aplikasi Optimasi GA pada Sistem Jaringan Pipa Air Bersih
Dalam sistem air bersih aplikasi GA umumnya dapat digunakan dalam kalibrasi
model hidrolis jaringan pipa dan optimasi perencanaan jaringan baru atau
pengembangan jaringan untuk mendapatkan harga pipa yang paling murah dengan
memilih diameter pipa dengan harga yang paling ekonomis tetapi tetap mememenuhi
kriteria hidrolis yang ditentukan (misalnya: sisa tekan pada titik sadap minimal
30m). Sebagai contoh dalam optimasi jaringan dengan GA, kita dapat mengasumsikan
diameter pipa yang akan dipilih sebagai kromosom dan dikodekan kedalam kode
string biner. Contohnya adalah sebagai berikut:
|
Kode Biner |
Diameter Pipa (") |
Harga Unit |
|
0000 |
1 |
2 |
|
0001 |
2 |
5 |
|
0010 |
3 |
8 |
|
0011 |
4 |
11 |
|
0100 |
5 |
16 |
|
0101 |
8 |
23 |
|
0110 |
10 |
32 |
|
0111 |
12 |
60 |
|
1000 |
14 |
60 |
|
1001 |
16 |
90 |
|
1010 |
18 |
130 |
|
1011 |
20 |
170 |
|
1100 |
22 |
300 |
|
1101 |
24 |
500 |
Maka kita akan mendapat urutan string biner
sebagai berikut :
|
String biner : |
0000 |
0001 |
0010 |
0011 |
0100 |
0101 |
0110 |
0111 |
1000 |
1001 |
1010 |
1011 |
1100 |
1101 |
Selanjutnya kita melakukan proses iterasi evolusi GA pada string biner
kromosom ini, mengubah diameter pipa pada jaringan, lalu mengetes hasilnya
pada program simulator hidrolis (mis: Epanet) dan diulang sampai kriteria
berhenti pada evaluasi solusi tercapai.
Optimasi GA adalah alat yang ampuh yang dapat digunakan oleh pengelola air
bersih dan konsultan untuk membantu mencari solusi yang mendekati optimal pada
masalah perencanaan, perancangan dan operasi sistem air bersih. Optimasi GA
tidak seharusnya dilihat sebagai pendekatan yang bersaing dengan analisa
simulasi tradisional. Tetapi GA adalah langkah lanjutan dari analisa simulasi
dimana dengan penggunaan GA akan didapat penghematan biaya 20% - 30%.
Dibawah ini akan kita lihat bagaimana GA dapat ditempatkan dalam proses studi
dengan melihat langkah-langkah studi simulasi tradisional dan langkah-langkah
dalam analisis optimasi GA:
2.1. Langkah-langkah pada Pendekatan Simulasi Tradisional
Pada umumnya langkah-langkah pada master plan distribusi air bersih adalah
sebagai berikut:
Langkah 1 - Pembuatan model sistem eksisting menggunakan
EPANET, ALEID, H2ONet, MIKENet, KYPIPE, WaterCAD, dll.
Langkah 2 - Kalibrasi model berdasarkan pengukuran lapangan.
Langkah 3 - Tentukan kebutuhan air di masa yang akan datang
yang harus dicapai dan disain dan kriteria kinerja yang harus dipenuhi.
Langkah 4 - Tambahkan pipa, reservoar, pompa dan valve pada
sistem dan jalankan simulasi untuk melihat apakah simulasi dapat bekerja.
Langkah 5 - Lanjutkan penyesuaian peningkatan yang diusulkan
dengan cara coba-coba sampai ditemukan solusi yang tepat (atau limit biaya telah
terlampaui).
2.2. Langkah-langkah yang diperlukan dalam aplikasi Optimasi GA
Optimasi GA masuk ke dalam proses setelah langkah 1,2 dan 3 selesai. Dari
pada menggunakan cara pendekatan coba-coba (trial-and-error) untuk evaluasi
hasil solusi satu persatu pada langkah 4 dan 5, otomatisasi GA digunakan untuk
mengidentifikasi biaya termurah, yang mendekati solusi optimal sebagai berikut:
Langkah 4 - Identifikasikan pilihan yang memungkinkan untuk
pengadaan baru atau rehab dari pipa, reservoar, pompa dan valve dan pilihan
operasi.
Langkah 5 - Formulasikan rutin GA untuk variabel-variabel dari
keputusan tersebut.
Langkah 6 - Hubungkan model hidrolis pada rutin GA.
Langkah 7 - Lakukan dan jalankan GA dan dapatkan masukan dan
arah dari ahli hidrolis.
Langkah 8 - Finalisasikan alternatif yang dihasilkan dan
verifikasi.
Pada umumnya langkah 5, 6, dan 7 telah tercakup dalam software aplikasi
optimasi GA, sehingga lebih memudahakan untuk pengguna. Dengan demikian optimasi
GA dengan mudah diintegrasikan pada proses studi pada tahap evaluasi alternatif.
Data dan informasi yang dibutuhkan oleh GA sama persis dengan data yang
dibutuhkan oleh engineer dalam menggunakan analisis simulasi.
Analisa GA membutuhkan:
- Sistem simulasi model hidrolis
- Daftar elemen (pipa, reservoar, pompa, valve) dan pilihan operasional yang
seharusnya dipertimbangkan sebagai opsi dalam perencanaan
- Harga dari tiap elemen yang dipakai
- Daftar dari kriteria disain dan kinerja sisteim yang harus dicapai
Untuk mendapat gambaran tentang penerapan aplikasi ini penulis telah membuat
aplikasi demo untuk penerapan dalam optimasi jaringan pipa air bersih.
Tampilannya dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Setelah aplikasi dijalankan (tekan tombol Optimasi) akan telihat diameter
pipa berubah misalnya pada pipa nomor 7 rancangan awal diameter pipa 14" berubah
menjadi 10", pada pipa nomor 8 pipa diameter 8" tenyata cukup digunakan 1" saja.
Biaya juga menurun dari 501.000 unit menjadi 419.000 unit saja dengan
penghematan biaya 16,4%. Anda juga dapat lebih menurunkan biaya dengan
menurunkan nilai Minimal sisa tekan (dalam meter), standar di Indonesia biasanya
10 - 15m saja.
Aplikasi demonya dapat anda download
disini.
3. Aplikasi pada bidang lain
Telah lebih dari 10-15 tahun GA digunakan dalam lingkungan aplikasi yang
luas, seperti :
- Disain jaringan listrik tegangan tinggi, penjadwalan konstruksi,
management investasi.
- Dalam bidang lain seperti: disain sirkuit terintegrasi (IC) untuk
mendapatkan ukuran yang lebih kecil, perancangan mesin turbin gas untuk
mendapatkan penggunaan bahan bakar yang effisien pada pesawat udara,
perencanaan jaringan kabel filber optik.
- dll.
Referensi:
-
Hendry Setiawan, Thiang, Hany Ferdinando, "Aplikasi
Algoritma Genetika Untuk Merancang Fungsi Keanggotaan Pada Kendali Logika
Fuzzy", 2001
-
Jeff S Smith and SoftTech Design, Inc., "What
Are Genetic Algorithms (GAs)?",
http://www.softtechdesign.com/, 2002
-
OPTIMATICS/FREY,
http://www.frey-water.com/
-
Thiang, Ronald Kurniawan, Hany Ferdinando, "Implementasi
Algoritma Genetika pada Mikrokontroler MCS51 Untuk Mencari Rute Terpendek", 2001
Copyright (c) 2003 - Budi Sukmawan
v1.0: 06 Desember 2003

|